Sabtu, 23 Januari 2010

Keuntungan & Kerugian Franchise

Memulai usaha tentulah bukan hanya sebatas diangan-angan, tetapi dituangkan dalam bentuk action. Tetapi untuk action inilah untuk pebisnis pemula seringkali menghadapi kendala pengetahuan yang akhirnya ingin punya usaha tetapi hanya di angan-angan (khayalan). Tentunya modal awal selain uang tentu semangat dan ilmu, tetapi ada hal lain yang kita perlu yakni pengalaman.

Hal inilah yang seringkali menjadi kendala. Tetapi di jaman yang serba instan dan praktis ini sudah ngga jamannya lagi memulai usaha harus ribet cari ilmu sana-sini. Saat ini banyak sekali tawaran usaha dengan cara bekerjasama, baik secara kemitraan maupun dengan sistem franchise (waralaba). Tentulah hal ini menjadi solusi untuk kamu yang ingin menjadi pebisnis pemula yang ingin memulai bisnis tak perlu pusing-pusing harus bisa masak, apabila ingin usaha makanan.

Banyak sekali tawaran kerjasama yang amat praktis, yang penting ada modal uang, tinggal pilih bidang apa yang memang diinginkan, hanya tinggal browsing di internet akan terpampang banyak tawaran yang sangat beragam. Hanya tinggal bagaimana kita jeli melihat pangsa pasar disekitar kita, agar nantinya usaha yang kita jalankan dengan sistem franchise misalnya, akan diterima dilingkungan yang akan kita bidik pasarnya.




Mungkin sedikit memberi masukan plus minusnya berbisnis dengan sistem franchise adalah sebagai berikut:



Kerugian usaha Franchise:
  1. Kewenangan outlet di tangan Franchisee (kalau terlalu banyak ide merepotkan Franchisor)
  2. Perlu perubahan paradigma (paradigm shift) atas materi yang dijual
  3. Untuk membentuk sistem yang baku, perlu adanya proses yang lebih birokratis

Keuntungan Sistem Franchise:
  1. Percepatan perluasan usaha, dengan modal relatif rendah
  2. Efisiensi dalam meraih target pasar melalui promosi bersama
  3. Terbentuknya kekuatan ekonomi dalam jaringan distribusi
  4. Menggantikan kebutuhan personel Franchisor dengan para operator milik Franchisee (slim organization)
  5. Pemilik outlet bermotivasi tinggi karena menyangkut pengembalian investasi dan keuntungan usaha

Penyebab kegagalan:
  1. Franchisor serakah memungut franchise fee
  2. Monitoring yang lemah
  3. Kesalahan merekrut franchisee
  4. Kelemahan pada divisi R&D
  5. Perjanjian yang tidak tegas dan jelas
  6. Sistem operasional yang terlalu rumit

Kunci Sukses Franchising:

1. The more simple, the more success
2. Berorientasi kepada suksesnya franchisee
3. Terus melakukan inovasi dan pengembangan
4. ertanyaan umum (FAQ)
5. Apa keuntungan bergabung dengan usaha Franchise dibandingkan dengan membuka usaha kecil sendiri ?

  • - Mendapatkan bimbingan dan pelatihan (training)
  • - Resiko bisnis lebih kecil, karena belajar dari pengalaman Franchisor (low learning cost, high learning curve)
  • - Berusaha pada bisnis dengan jaringan (networking) yang akan saling menunjang

6. Apa masalah yang paling utama timbul pada tahun-tahun pertama berusaha ?

  • - Perubahan fungsi diri menjadi Boss, sekaligus pelaksana seluruh kegiatan operasional
  • - Pemberian dan pendelegasian wewenang operasional kepada pegawai tidak jelas
  • - Kelemahan pada pengontrolan biaya

7. Apa yang biasanya gagal untuk diterapkan, walaupun sudah mendapatkan pelatihan ?
  • Bidang keuangan
  • Terlalu singkatnya pelatihan Vs kebutuhan di lapangan
8. Apakah Franchisee yang memiliki jiwa wirausaha yg kuat akan menjadi Franchisee yang berhasil?
  • - Tidak menjadi jaminan, karena dalam franchising yang terpenting adalah kemauan untuk bekerjasama
  • - Memiliki pengalaman dan kewirausahaan yang kuat biasanya akan selalu berusaha mengoreksi Franchisor dan tidak
  • mendengarkan petunjuk Franchisor
Permasalahan apa saja yang biasanya menimbulkan perselisihan antara Franchisor dengan Franchisee ?
  • - Umumnya masalah harga pembelian barangbarang
  • dan atribut dari Franchisor
  • - Masalah daerah operasi (teritori) toko / outlet
  • - Ketidaksiapan dalam support franchisor
Apakah barang / jasa yang dijual di outlet franchisee harus murah ?
  • - Franchisor dan franchisee akan mempunyai. kepentingan hasil penjualan outlet yang berbeda, Franchisor akan lebih
  • mendorong kepada tingkat penjualan (sales), sedangkan franchisee akan lebih mengutamakan tingkat keuntungan(profit).
  • - Ada kemungkinan franchisor menghendaki harga jual tidak harus murah (karena royalty-nya akan lebih tinggi).
  • - Yang terpenting adalah franchisee harus untung dengan baik.

Disarikan dari buku & seminar Franchise Manual setelah mendapat ijin dari IFBM.

sumber: yukbisnis.com


3 komentar: